Kehidupan yang dulu bukanlah yang sekarang
Kehidupan yang dulu aku mengikuti komunitas bendera hitam ( punk street) . Aku sudah lama sekali kagak kumpul ma anak punk udah sekitar 2 tahun lebih . Disana aku mendapat kenalan baru cewek( ledis) dan cowok.
Pertama ku kumpul ma anak – anak punk waktu aku masih kelas 1 smp . anak punk
doyan ciu , dextro(pil).anarkis. bila ia mau nyetret ke mana gitu pasti bawa dextro. Tempat aku nongkrong bersama anak punk di wonogiri: ponten(waktu ngamen) , pasar wonogiri , alun – alun. Di sukoharjo,solo,klaten,ponorogo,pacitan itu cuman di alun – alunnya saja.
Terakhir dan pertama aku mengkonsumsi ciu dan dextro. Waktu itu ku belum tahu rasanya gimana ku minta sama anak – anak punk. Lama - kelama an kok rasanya pusing , ku Tanya ma anak – anak punk “ kok rasanya gini?”dia jawab “emang itu reaksinya.” Ku biarin beberapa jam kok rasanya gak enak , ku ngomong ma anak punk “dah pertama dan terakhir ku mengkonsumsi kayak gini.” . kata fauzi kalau tidak dextro tidak sehat , tapi kalau aku pakai dextro mendek in umur.
Banyak dari anak – anak punk yang tidak sekolah. Sekumpulan ku yang nrusin sekolah hanya aku dan banjo saja yang lain entah kemana perginya.paling – paling mereka hidup di jalanan (anti kemapanan). Tapi ada juga yang masih ngertiin aku dalam hal sekolah , ku juga pernah di nasehatin ma fajar , dimpil , dimas kalau aku disuruh sekolah dulu ntuk bahagia in orang tua.
Tetapi ku masih ingin bertemu dengan kalian semua , bende, koplak. Esa. Esti, alex(bebek), adi(achil), gepeng, banjo, gembes, tomi, soni, pak tile, kodok, Erwin, kipli, fajar, dimpel, dimas, tokici, lele, gareng, wanda, yudi, riko, gunawan, boneto, bimbim, aziz. Aku sangat rindu canda tawa kalian semua dank u ingin menepatin janji ku ke kalian semua janji ku hanya 1 sekolah sekolah dan membahagiakan orang tua. Kenang – kenangan dari punk hanyalah sepatu boot tinggal separu yang lain disita guru dan polisi ( temene om ku) dia menyita celana street , barber , baju punk , ring , emblem , sepatu boot. Bila ku ingat kalian ku cuman dengerin lagu yang kita nyanyiin di alun – alun wonogiri. Ku ingin punk selalu ada dimana – mana bila tanpa ku.
PUNK NOT DEAD
OI OI...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar